PROGRAM: PENERAPAN TEKNIK FRAMED REEF MODULES PADA TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DALAM REHABILITASI DI PULAU PANJANG
Terumbu karang yang menggunakan teknik transplantasi terumbu karang dengan teknik bernama Framed Reef Modules (FRM). Metode FRM menggunakan frame yang terbuat dari besi silinder (reinforced steel bar) yang dilapisi dengan resin yang ditaburi pasir pantai (coarse beach sand) yang berfungsi sebagai substratum kasar untuk perekrutan karang. Ide program inovasi Penerapan Teknik Framed Reef Modules (FRM) pada Transplantasi Terumbu Karang dalam Rehabilitasi Ekosistem di Pulau Panjang muncul berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bersama antara PLN UIK TJB dan Tim Pelaksana terkait efektivitas program rehabilitasi terumbu karang yang sudah dilaksanakan. Sebelumnya program rehabilitasi ekosistem terumbu karang tersebut menggunakan metode transplantasi terumbu karang dengan teknik Artifical Patch Reef (APR) berbentuk struktur candi. Namun berdasarkan evaluasi terkait efektifitas dan efisiensi metode APR tersebut, disimpulkan bahwa diperlukan perbaikan teknik dalam transplantasi lamun. Berdasarkan hal tersebut kemudian muncul gagasan berupa penerapan Teknik Framed Reef Modules (FRM) berdasarkan studi literasi (Liu et al., 2024).
Framed Reef Modul (FRM) yang dipasang di Pulau Panjang, Kab. Jepara

Perkembangan Program Transplantasi Terumbu Karang dengan FRM (Framed Reef Modul)

Grafik Perkembangan terumbu buatan FRM (Framed Reef Modul)


Keberadaan Ikan Karang

Grafik status kemunculan Ikan Karang

Muncul habitat baru dengan ditemukannya 20 species karang di sekitar FRM. Bertambahnya jenis karang seperti Acropora, Favia, Goniastrea, dan Porites menunjukkan keberhasilan media FRM dalam mendukung kolonisasi dan perkembangan karang. Bertambahnya komposisi jenis tersebut berpotensi meningkatkan keanekaragaman komunitas karang yang tercermin melalui peningkatan nilai indeks keanekaragaman (H'). Selain meningkatkan keanekaragaman, perkembangan koloni karang turut menciptakan habitat bagi biota asosiasi dan mendukung proses pemulihan ekosistem terumbu karang.
Beberapa jenis megabentos yang ditemukan :
Cacing laut (Spyrobranchus giganteus) dan teripang pasir (Holothuria atra)


















